PENGANTAR
Sesuai
dengan misi utama Pondok Pesantren Annuqayah Daerah
Al Amir, Yayasan Al Amir sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Bahasa dan Pengetahuan
Keislaman, yang berorientasi kepada pengembangan pendidikan dan pengajaran
bahasa asing, maka tentunya senantiasa berupaya untuk mencari inovasi yang
sejalan dengan misi itu sendiri. Salah satu upaya yang paling menonjol dalam 8
tahun terakhir ini adalah pelaksanaan kursus bahasa arab yang diberi nama: Program
Romadlon Intensif ( PRI). Salah satu kegiatan rutin ini dilaksanakan satu
tahun sekali, tepatnya pada bulan Romadlon dengan di ikuti oleh peserta wanita
utusan dari berbagai Pondok Pesantren se-Kabupaten Sumenep. Mengapa wanita ?
Karena kami belum mempunyai lokal / asrama yang layak untuk kaum Adam (pria)
Program
ini diadakan sejak tahun 1422 -1423 H / 2001–2002 M yang lampau, di latar-belakngi
oleh timbulnya perasaan pesimistis dalam sanubari yang mulia Ketua Yayasan Al
Amir Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir terhadap perkembangan bahasa Arab yang
semakin tidak mendapatkan tempat luas di hati generasi muda untuk
memepelajarinya secara tekun dan intensif. Bahkan yang lebih memprihatinkan
lagi – menurut beliau - adalah munculnya image di tengah-tengah generasi muda,
bahwa bahasa Arab adalah bahasa lokal yang tidak prospektif. Herannya, justeru
image atau asumsi searampangan itu muncul dari pemuda Islam sendiri yang nota
bene harus mempelajarinya secara intensif untuk lebih menyemarakkan lagi gairah
mempelajari kitab suci al Qur’anul Kariem. Karena tanpa memiliki kemampuan
memahami kaidah-kaidah arabiyah, mustahil kiranya akan dapat memahami secara
mendetail terhadap sumber-sumber Islam yang original; al Qur’anul Kariem dan
Assunnah Assyarifah. Memahami konsep-konsep islam secara kaffah tidak cukup
hanya menelaah dari dua sumber tersebut tanpa membaca dan mempelajari secara
intensif kitab-kitab pendukungnya yang
mayoritas termaktub dengan bahasa arab fus-ha (bahasa Quraisy), seperti
kitab Tafsier, Balaghoh, Ulumul Qur’an, Kaidah nahwu shorrof dan lain
sebagainya.
Kesadaran
generasi Islam belajar bahasa arab yang mumpuni nampaknya semakin terbatas di
kalangan para santri dan siswa-siswa Pondok Pesantren atau Perguruan Tinggi Ke-islaman
yang bayak berdiri di kota-kota kecil, bahkan di pedesaan. Walaupun demikian,
kajian ke-islaman di Perguruan Tinggi tersebut sering dilakukan dengan
berpedoman kepada referensi-referensi terjemahan yang sering dijumpai kesalahan
di dalamnya bahkan menyimpang dari arti teks aslinya dan berakibat salahnya dalam
memahami konsep Islam yang sesungguhnya. Hal ini terjadi, sebab para
penerjemahnya tidak mengenal makna kosa-kata bahasa arab, lebih-lebih bahasa arab
yang tertulis di dalam kitab suci al Qur’an yang mempunyai kandungan makna yang
tak terkira banyaknya dan luasnya, sehingga para ulama dari zaman Rasulullah
SAW hingga saat ini senantiasa mengkaji filosofi kata demi kata dalam al Qur’an
yang mereka tulis dalam buku atau kitab yang berjilid-jilid. Salah satu contoh,
Imam al Ghozali, salah seorang ulama mutashowwifin yang lahir pada masa
ke emasan Islam di kota
Ghoza, Palestina telah menulis beratus-ratus kitab besar hanya untuk mengkaji
filosofi Kalamullah ini dan masih mengakui, bahwa kajian itu hanya sebatas
kulit luarnya dari kitab al Qur’anul Kariem. Betapapun Imam al Ghozali seorang
ulama besar yang banyak menguasai ilmu-ilmu ke-islaman, termasuk bahasa arab
masih mengakui, bahwa dirinya belum tuntas mengkaji Kitab suci al Qur’an.
Apalagi generasi muda Islam akhir-akhir ini, lebih-lebih bagi mereka yang emoh
belajar bahasa arab sebagai salah satu sarana terpenting dalam upaya mengkaji al
Qur’nul Kariem. Lantas, siapa lagi yang akan berinisiatip untuk memotivisir
generasi muda Islam belajar bahasa arab saat ini, kalau bukan kita sendiri yang
sedikit memiliki kelebihan pengetahuan dibidang bahasa arab. “Sungguh
kehancuran dan kelemahan Islam dan umatnya di persada ini, karena kelemahan
pemeluknya untuk mengkaji konsep-konsep Islam yang kaffah dan mengaplikasikannya
dalam kehdiupan sehari-hari”, kata almukarrom KH. Muhammad muhsin Amir.
Nilai
seorang manusia bukan terletak kepada kekayaan harta bendanya atau keindahan
bentuk fisiknya semata, tetapi lebih dari itu semua adalah khazanah
pengetahuannya di bidang agama yang menjadikan orang lain tabik kepadanya dan
bahkan Allah SWT menjanjikan kenikmatan yang tak terkira di akhir umurnya
kelak. Kehormatan dan kenikmatan Tuhan akan dapat diraih dengan sempurna,
apabila seseorang mampu memetik hikmah-hikmah tersirat dari dalam kitab suci al
Qur’an, kemudian ditransformasikan dalam kehidupan sosial. Bukankah kenikmatan
Tuhan itulah yang dicari dalam pergulatan kehidupan manusia sepanjang zaman ini
? Untuk meraihnya tidak cukup sekedar dengan sholat, puasa dan zakat saja, tapi
harus mampu mencari makna filosofis yang terkandung dalam tiga macam ibadah
itu. Dan untuk menemukan makna filosofis itu secara sempurna, harus bisa
membaca dan mengkaji karya-karya para ulama salaf yang banyak menyajikan
analisa yang lebih konprehensif dan tidak tercampuri oleh paham-paham sekularis
dan orientalis yang diketahui sebagai ajaran anti Islam. Dan alangkah indahnya,
bila seseorang bisa mengkaji konsep Islam melalui dua sumbernya yang otentik
dan karya-karya para ulama salafus sholih yang tak diragukan lagi kedalaman
bidang ke-islaman dan ke istiqomahannya sebagai hamba Allah SWT.
Berangkat
dari rasa prihatin terhadap kondisi generasi muda Islam akhir-akhir ini, maka
Ketua Yayasan Al Amir; Drs.KH. Muhammad Muhsian Amir yang saat ini berprofesi
sebagai guru dan Mantan Kepala Madrasah Aliyah I Annuqayah Putri (2010-2014) berupaya mengadakan pembelajaran dasar-dasar
bahasa arab kepada generasi muda Islam yang sedikit mempunyai dasar pengetahuan
gramatika bahasa arab. Dengan demikian, Insya Allah pada akhirnya bahasa arab
tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, karena dianggap sulit dipelajari atau
di anggap sebagai bahasa lokal yang tidak prospektif, karena hanya digunakan
oleh sebagian kecil umat Islam dan terbatas di Pesantren-Pesantren. Namun tidaklah
mustahil, bila pada akhirnya bahasa arab akan menjadi kebutuhan manusia, baik
sebagai bahasa komunikasi-informasi atau bahasa administrasi – politik,
mengingat Persatuan Negara-Negara Arab akhir-akhir ini akan menyelenggarakan salah
satu programnya, yaitu meminta siswa-siswi muslim negara-negara Asia secara
besar-besaran untuk belajar di Universitas-Universitas Timur Tengah, seperti
Mesir, Sudan, Pakistan, Emirat Arab, Yaman dan lain sebagainya, tetunya dengan
biaya pendidikan dan akomodasi gratis dengan syarat mereka memiliki nilai
tertentu di bidang bahasa arab. Di Indoneis, nampaknya program ini telah
direalisir oleh Pemerintah (Kemenag RI). Hal ini merupakan suatu
kebanggaan dan keuntungan serta kesempatan besar bagi generasi muda Islam Indonesia
untuk berpartispasi menambah pengetahuannya di bidang bahasa arab, khususnya
dan agama Islam pada umumnya.
TUJUAN
UMUM
Tujuan umum pelaksanaan Program
Romadlon Intensif yang diadakan mulai tanggal 01 s/d 25 Romadlon ini adalah
sebagai berikut:
- Memberikan motivasi kepada siswa-siswi Madrasah
dan atau Pondok Pesantren se-Kabupaten Sumenep untuk belajar bahasa arab
sebagai salah satu sarana untuk menambah khazanah pengetahuan ke-Islaman
mereka;
- Menghilangkan image di kalangan generasi muda
Islam, bahwa bahasa arab sulit di pelajari dan di anggap sebagai bahasa
lokal yang kurang prospektif,
- Membangkitkan gairah belajar bahasa arab bagi
generasi muda Islam, sehingga mereka mempunyai keterampilan berkomunikasi, baik dengan lisan maupun
tulisan yang pada akhirnya pengetahuan dan pengalamannya dapat ditularkan
kepada generasi sesudahnya;
4. Menyalurkan minat para siswa - siswi untuk belajar bahasa arab,
walaupun dalam waktu yang relatif pendek;
- Mencetak kader-kader guru di bidang bahasa arab
dan kitab turots (kitab kuning) yang mampu mengajar dari tingkat dasar (teori)
hingga tingkat lanjutan (praktek) dengan teknik pendidikan dan
pengajaran yang Sistematis, Aplikatif dan Evisien (SAE)
TUJUAN
KHUSUS
Tujuan
khusus pelaksnaan Program Romadlon Intensif (PRI) Al Amir ini sebagai berikut :
- Memiliki keterampilan menyimak pengucapan bahasa Arab sesuai dengan
dialeknya yang baik dan benar atau disebut dengan Maharotu al istima’.
- Pengayaan kosa-kata dan Ibarat Arabiyah
Yaumiyah
dan kelancaran / kefasihan serta keberanian mengungkapkan kosa-kata dan ibarat
tersebut sesuai dengan
kaidah-kaidah bahasa arab yang baku
atau disebut dengan Maharotul al kalam / Muhadatsah.
- Memiliki keterampilan membaca, menulis dan
menerjemah teks arab ke dalam bahasa Indonesia yang benar atau disebut dengan Maharotu al
qiroah / muthola’ah.
- Memiliki keterampilan mengajar kitab berbahasa
arab
dengan teknik yang sistematis, aplikatif dan evisien atau disebut dengan Maharotu
atta’liem. Dalam hal ini kami mengeterpkan teknik pembelajaran yang
kita kenal dengan nama Musyawarah kitab kuning Thoriqoh (MKKT) + Manzilah
yang sudah terbukti dan teruji keberhasilannya sejak tahun 2008 yang lalu.
Program-program
pendidikan Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir terdiri dari dari dua
macam, yaitu: Pertama : Program Pokok, meliputi Pengajian Kitab kuning,
kursus bahasa arab setiap empat bulan sekali dan setiap tahun sekali yang
dikemas dengan nama Program Romadlon Intensif Yayasan Al Amir serta
Madrasah Diniyah. Kegiatan pengajian
kitab kuning ini dilakukan 4 kali dalam sepekan dan sampai saat ini telah mengkhatamkan
beberapa kitab dalam berbagai bidang dengan di ikuti oleh para siswa dan siswi
Pondok Pesantren An Nuqayah secara umum. Kedua: Program Insidental berupa
keterampilan menjahit, kursus Komputer Sablon, dan lain-lain.
Program Romadlon
Intensif ini, dilaksanakan mulai tahun 1422 H / 2001 M hingga 1425 H / 2004 M.
Jadi sampai saat ini telah terlaksana sebanyak 12 kali dengan jumlah siswi / pesertanya
telah lebih dari 300-an.
Pada periode 1422 H
/ 2001 M - 1423 H / 2002 M pesertanya sebanyak 19 orang ditambah dengan 2 orang
pembimbing yang menetap di asrama Yayasan Al Amir, hingga kursus berakhir,
yaitu selama 26 hari. Dua pembimbing ini khusus di datangkan dari Pondok
Pesantren Nurul Huda, Pekandangan dan alumni Pondok Pesantren Al Amin,
Prenduan. Pada perdiode 1423 H / 2002 M -
1424 H / 2003 M sebanyak 30 siswi ditambah dengan 2 orang pembimbing
sekaligus menjadi tutor dalam kegiatan ini. Sedangkan pada periode 1424 H /
2003 M - 1425 H / 2004 M sebanyak 17 orang ditambah dua pembimbing yang
senantiasa aktif mengawasi aktivitas para siswi sepanjang acara berlangsung.
Untuk periode 1425 H / 2004 M – 1426 H / 2005 M sebanyak 28 siswi ditambah dua
orang pembimbing yang senantiasa mengarahkan para siswinya dengan penuh
semangat, serius tapi tetap santai. Pada periode 1426 H / 2005 M – 1427 H /
2006 M sebanyak 17 peserta ditambah dengan dua orang pembimbing yang memang
ahli dibidang pembelajaran bahasa arab sedangkan pada periode 1427 H / 2006 M –
1428 H / 2007 M sebanyak 18 peserta ditambah dengan dua orang pembimbing yang
kreatif dan penuh dedikasi tinggi. Pada periode 1429 H / 2008 M – 1430 H / 2009
M kosong/tidak ada kegiatan. Pada periode 1430 H / 2009 M / 1431 H – 2010 M
sebanyak 28 peserta ditambah dengan dua orang pembimbing yang kompeten dibidang
pengembangan bahasa arab dan mempunyai semangat tinggi untuk mengajar dan
mendidik para siswi. Sedangkan tahun 1432 H / 2011 M kosong dari kegiatan/
alias tidak menyelenggarakan kegiatan PRI. Pada tahun 1433 H/ 2012 M di ikuti
oleh 19 peserta. Pada tahun 1434 H / 2013 M di ikuti oleh 15 peserta saja. Dan
pada tahun 1435 H / 2014 M, kosong. Untuk tahun 1436 H /2015 M, rencananya akan
menerima peserta maksimal 30 putri dan 20 putra, mengingat tempat
penampungannya kurang memadai, jika lebih dari jumlah itu.
Para siswi, peserta Program Romadlon Intensif (PRI)
ini datang dari berbagai daerah dilingkungan Pondok Pesantren atau Madrasah,
seperti dari Ambunten, Bluto, Pasongsongan, Kalabaan, Guluk-Guluk dan dari
Pesantren atau Madrasah di Kabupaten Pamekasan dan Sampang, bahkan di luar pulau
Madura. Mereka datang di awal bulan Romadlon dan menetap di asrama al Amir
selama kegiatan berlangsung 26 hari dengan diatur oleh tata tertib dan Jadwal
Pelajaran / kegiatan yang cukup padat. Dan
intensif. Maklum, hanya 26 hari. Jadi harus intensif.
Semua peserta yang
telah terdaftar dalam program ini mendapatkan fasilitas dari Yayasan berupa
konsumsi; buka – sahur ditambah sneck dan kitab-kitab penunjang materi
pembelajaran, serta 3 ruang asrama tempat penginapan yang cukup memadai dan
nyaman dilengkapi dengan 2 kamar mandi dan 2 toilet yang bersih dan resik. Di
samping itu, disediakan beberapa pelayan pria yang siap diperintah oleh peserta
untuk membeli kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, odol dan lain-lain. Juga
beberapa pelayan perempuan yang ahli memasak. Hal ini disediakan oleh pengurus
Yayasan, sesuai dengan mottonya : “ Al Amir Pelayan Bahasa Arab”
( العَـامِرْ
خَادِمُ اللُّغَةِ اْلعَرَبِيَّةْ )
JADWAL
KEGIATAN PROGRAM ROMADLON INTENSIF AL AMIR
PEREIODE 1422 H / 2001
M - 1423 H /
2002 M
Dalam sub Judul ini
akan dituturkan nama kegiatan Program Romadlon Intensif Al Amir dari Periode : 1422
H / 2001 M, 1423 H / 2002 M, hingga Periode 1430 H / 2009 – 1431 H / 2010 M
sekaligus alokasi waktu pembelajarannya, sebagai berikut :
NO
|
NAMA KEGIATAN
|
JML. JAM
|
JML HARI
|
1
|
Chek peserta dan pembacaan tata
tertib
|
1,5
|
1
|
2
|
Tes kemampuan berbahasa Arab
|
2
|
1
|
3
|
Shalat Tarawih berjama’ah
|
1
|
25
|
4
|
إلقـاء المفردات العـربية
وتركيبها فى الجملة الصحيحة
|
2
|
25
|
5
|
Tadarus Al Qur’anul Kariem
|
1
|
25
|
6
|
Pengajian kitab kuning (pengantar bahasa Indonesia)
|
1
|
24
|
7
|
Pendalaman pemahaman kitab Ulumut Tafsier, Kurikulum MAK
kelas II (pengantar bahasa Arab)
|
1
|
22
|
8
|
Pengenalan nama-nama bulan Hijriyah dan Masehi
|
1,5
|
1
|
9
|
تدريب الإ نشاء مع إصـلاح
الأ خـطاء
|
-
|
5
|
10
|
المحادثة
العربية (Sarana Pendidikan dan praktek)
|
1,5
|
7
|
11
|
المحادثة
العربية (Perabot rumah tangga dan praktek)
|
1,5
|
7
|
12
|
المحادثة
العربية (Percakapan sehari-hari dan praktek)
|
1,5
|
6
|
13
|
المـطالـعـة العــربية
للمتـوسـطة
|
1,5
|
7
|
14
|
Pengenalan istilah jurnalistik/administrasi,
politik, ekonomi, olahraga dan kedokteran
|
1,5
|
5
|
15
|
Teknik dan praktek menerjemah teks bahasa Arab kedalam
bahasa Indonesia serta fathul Mu’jam ( Al Munjid)
|
1,5
|
4
|
16
|
حفـظ العـبارات العـربية
اليـومية
|
2
|
6
|
17
|
قـراءة الأ شعار والأ
ناشيدالعربية ولعب الأ لغـاز (kuis)
|
1,5
|
5
|
18
|
تدريب الخطـابة والمحـادثة
العـربية
|
1,5
|
5
|
19
|
دروس اللغـة
العـربية (oleh KH. Imam Zarkasy, jilid II atau II)
|
1,5
|
9
|
20
|
Seminar sehari: Teknik Mengajar Praktis Bahasa Arab
Kurikulum DEPAG RI
|
2,5
|
1
|
21
|
مسابقـة الخـطابة العربـية
وغــيرها
|
2
|
1
|
22
|
ليلة الوداع والإنفضاض
|
|
|
23
|
Study tour atau Rekreasi
|
-
|
1
|
Demikian
kilas balik Program Ramadhan Intensif (PRI) Al Amir dari tahun ke tahun. Semoga
bermanfaat.
Pengurus Yayasan Al Amir