Kamis, 19 Februari 2015

KILAS BALIK PROGRAM RAMADHAN INTENSIF (PRI) YAYASAN AL AMIR PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH GULUK-GULUK SUMENEP MADURA DARI TAHUN 2001-2015

 

PENGANTAR


                Sesuai dengan misi utama Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir, Yayasan Al Amir sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Bahasa dan Pengetahuan Keislaman, yang berorientasi kepada pengembangan pendidikan dan pengajaran bahasa asing, maka tentunya senantiasa berupaya untuk mencari inovasi yang sejalan dengan misi itu sendiri. Salah satu upaya yang paling menonjol dalam 8 tahun terakhir ini adalah pelaksanaan kursus bahasa arab yang diberi nama: Program Romadlon Intensif ( PRI). Salah satu kegiatan rutin ini dilaksanakan satu tahun sekali, tepatnya pada bulan Romadlon dengan di ikuti oleh peserta wanita utusan dari berbagai Pondok Pesantren se-Kabupaten Sumenep. Mengapa wanita ? Karena kami belum mempunyai lokal / asrama yang layak untuk kaum Adam (pria)
                Program ini diadakan sejak tahun 1422 -1423 H / 2001–2002 M yang lampau, di latar-belakngi oleh timbulnya perasaan pesimistis dalam sanubari yang mulia Ketua Yayasan Al Amir Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir terhadap perkembangan bahasa Arab yang semakin tidak mendapatkan tempat luas di hati generasi muda untuk memepelajarinya secara tekun dan intensif. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi – menurut beliau - adalah munculnya image di tengah-tengah generasi muda, bahwa bahasa Arab adalah bahasa lokal yang tidak prospektif. Herannya, justeru image atau asumsi searampangan itu muncul dari pemuda Islam sendiri yang nota bene harus mempelajarinya secara intensif untuk lebih menyemarakkan lagi gairah mempelajari kitab suci al Qur’anul Kariem. Karena tanpa memiliki kemampuan memahami kaidah-kaidah arabiyah, mustahil kiranya akan dapat memahami secara mendetail terhadap sumber-sumber Islam yang original; al Qur’anul Kariem dan Assunnah Assyarifah. Memahami konsep-konsep islam secara kaffah tidak cukup hanya menelaah dari dua sumber tersebut tanpa membaca dan mempelajari secara intensif  kitab-kitab pendukungnya yang mayoritas termaktub dengan bahasa arab fus-ha (bahasa Quraisy), seperti kitab Tafsier, Balaghoh, Ulumul Qur’an, Kaidah nahwu shorrof dan lain sebagainya.
Kesadaran generasi Islam belajar bahasa arab yang mumpuni nampaknya semakin terbatas di kalangan para santri dan siswa-siswa Pondok Pesantren atau Perguruan Tinggi Ke-islaman yang bayak berdiri di kota-kota kecil, bahkan di pedesaan. Walaupun demikian, kajian ke-islaman di Perguruan Tinggi tersebut sering dilakukan dengan berpedoman kepada referensi-referensi terjemahan yang sering dijumpai kesalahan di dalamnya bahkan menyimpang dari arti teks aslinya dan berakibat salahnya dalam memahami konsep Islam yang sesungguhnya. Hal ini terjadi, sebab para penerjemahnya tidak mengenal makna kosa-kata bahasa arab, lebih-lebih bahasa arab yang tertulis di dalam kitab suci al Qur’an yang mempunyai kandungan makna yang tak terkira banyaknya dan luasnya, sehingga para ulama dari zaman Rasulullah SAW hingga saat ini senantiasa mengkaji filosofi kata demi kata dalam al Qur’an yang mereka tulis dalam buku atau kitab yang berjilid-jilid. Salah satu contoh, Imam al Ghozali, salah seorang ulama mutashowwifin yang lahir pada masa ke emasan Islam di kota Ghoza, Palestina telah menulis beratus-ratus kitab besar hanya untuk mengkaji filosofi Kalamullah ini dan masih mengakui, bahwa kajian itu hanya sebatas kulit luarnya dari kitab al Qur’anul Kariem. Betapapun Imam al Ghozali seorang ulama besar yang banyak menguasai ilmu-ilmu ke-islaman, termasuk bahasa arab masih mengakui, bahwa dirinya belum tuntas mengkaji Kitab suci al Qur’an. Apalagi generasi muda Islam akhir-akhir ini, lebih-lebih bagi mereka yang emoh belajar bahasa arab sebagai salah satu sarana terpenting dalam upaya mengkaji al Qur’nul Kariem. Lantas, siapa lagi yang akan berinisiatip untuk memotivisir generasi muda Islam belajar bahasa arab saat ini, kalau bukan kita sendiri yang sedikit memiliki kelebihan pengetahuan dibidang bahasa arab. “Sungguh kehancuran dan kelemahan Islam dan umatnya di persada ini, karena kelemahan pemeluknya untuk mengkaji konsep-konsep Islam yang kaffah dan mengaplikasikannya dalam kehdiupan sehari-hari”, kata almukarrom KH. Muhammad muhsin Amir.
                Nilai seorang manusia bukan terletak kepada kekayaan harta bendanya atau keindahan bentuk fisiknya semata, tetapi lebih dari itu semua adalah khazanah pengetahuannya di bidang agama yang menjadikan orang lain tabik kepadanya dan bahkan Allah SWT menjanjikan kenikmatan yang tak terkira di akhir umurnya kelak. Kehormatan dan kenikmatan Tuhan akan dapat diraih dengan sempurna, apabila seseorang mampu memetik hikmah-hikmah tersirat dari dalam kitab suci al Qur’an, kemudian ditransformasikan dalam kehidupan sosial. Bukankah kenikmatan Tuhan itulah yang dicari dalam pergulatan kehidupan manusia sepanjang zaman ini ? Untuk meraihnya tidak cukup sekedar dengan sholat, puasa dan zakat saja, tapi harus mampu mencari makna filosofis yang terkandung dalam tiga macam ibadah itu. Dan untuk menemukan makna filosofis itu secara sempurna, harus bisa membaca dan mengkaji karya-karya para ulama salaf yang banyak menyajikan analisa yang lebih konprehensif dan tidak tercampuri oleh paham-paham sekularis dan orientalis yang diketahui sebagai ajaran anti Islam. Dan alangkah indahnya, bila seseorang bisa mengkaji konsep Islam melalui dua sumbernya yang otentik dan karya-karya para ulama salafus sholih yang tak diragukan lagi kedalaman bidang ke-islaman dan ke istiqomahannya sebagai hamba Allah SWT.
                Berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi generasi muda Islam akhir-akhir ini, maka Ketua Yayasan Al Amir; Drs.KH. Muhammad Muhsian Amir yang saat ini berprofesi sebagai guru dan Mantan Kepala Madrasah Aliyah I Annuqayah Putri (2010-2014)  berupaya mengadakan pembelajaran dasar-dasar bahasa arab kepada generasi muda Islam yang sedikit mempunyai dasar pengetahuan gramatika bahasa arab. Dengan demikian, Insya Allah pada akhirnya bahasa arab tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, karena dianggap sulit dipelajari atau di anggap sebagai bahasa lokal yang tidak prospektif, karena hanya digunakan oleh sebagian kecil umat Islam dan terbatas di Pesantren-Pesantren. Namun tidaklah mustahil, bila pada akhirnya bahasa arab akan menjadi kebutuhan manusia, baik sebagai bahasa komunikasi-informasi atau bahasa administrasi – politik, mengingat Persatuan Negara-Negara Arab akhir-akhir ini akan menyelenggarakan salah satu programnya, yaitu meminta siswa-siswi muslim negara-negara Asia secara besar-besaran untuk belajar di Universitas-Universitas Timur Tengah, seperti Mesir, Sudan, Pakistan, Emirat Arab, Yaman dan lain sebagainya, tetunya dengan biaya pendidikan dan akomodasi gratis dengan syarat mereka memiliki nilai tertentu di bidang bahasa arab. Di Indoneis, nampaknya program ini telah direalisir oleh Pemerintah (Kemenag RI). Hal ini merupakan suatu kebanggaan dan keuntungan serta kesempatan besar bagi generasi muda Islam Indonesia untuk berpartispasi menambah pengetahuannya di bidang bahasa arab, khususnya dan agama Islam pada umumnya.

TUJUAN UMUM

                Tujuan umum pelaksanaan Program Romadlon Intensif yang diadakan mulai tanggal 01 s/d 25 Romadlon ini adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan motivasi kepada siswa-siswi Madrasah dan atau Pondok Pesantren se-Kabupaten Sumenep untuk belajar bahasa arab sebagai salah satu sarana untuk menambah khazanah pengetahuan ke-Islaman mereka;
  2. Menghilangkan image di kalangan generasi muda Islam, bahwa bahasa arab sulit di pelajari dan di anggap sebagai bahasa lokal yang kurang prospektif,
  3. Membangkitkan gairah belajar bahasa arab bagi generasi muda Islam, sehingga mereka mempunyai keterampilan   berkomunikasi, baik dengan lisan maupun tulisan yang pada akhirnya pengetahuan dan pengalamannya dapat ditularkan kepada generasi sesudahnya;
4.       Menyalurkan minat para siswa - siswi untuk belajar bahasa arab, walaupun dalam waktu yang relatif pendek;
  1. Mencetak kader-kader guru di bidang bahasa arab dan kitab turots (kitab kuning) yang mampu mengajar dari tingkat dasar (teori) hingga tingkat lanjutan (praktek) dengan teknik pendidikan dan pengajaran yang Sistematis, Aplikatif dan Evisien (SAE)

TUJUAN KHUSUS

                Tujuan khusus pelaksnaan Program Romadlon Intensif (PRI) Al Amir ini sebagai berikut :
  1. Memiliki keterampilan menyimak pengucapan bahasa Arab sesuai dengan dialeknya yang baik dan benar atau disebut dengan Maharotu al istima’.
  2. Pengayaan kosa-kata dan Ibarat Arabiyah Yaumiyah dan kelancaran / kefasihan serta keberanian mengungkapkan kosa-kata dan ibarat tersebut  sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa arab yang baku atau disebut dengan Maharotul al kalam / Muhadatsah.
  3. Memiliki keterampilan membaca, menulis dan menerjemah teks arab ke dalam bahasa Indonesia yang benar atau disebut dengan Maharotu al qiroah / muthola’ah.
  4. Memiliki keterampilan mengajar kitab berbahasa arab dengan teknik yang sistematis, aplikatif dan evisien atau disebut dengan Maharotu atta’liem. Dalam hal ini kami mengeterpkan teknik pembelajaran yang kita kenal dengan nama Musyawarah kitab kuning Thoriqoh (MKKT) + Manzilah yang sudah terbukti dan teruji keberhasilannya sejak tahun 2008 yang lalu.
Program-program pendidikan Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir terdiri dari dari dua macam, yaitu: Pertama : Program Pokok, meliputi Pengajian Kitab kuning, kursus bahasa arab setiap empat bulan sekali dan setiap tahun sekali yang dikemas dengan nama Program Romadlon Intensif Yayasan Al Amir serta Madrasah Diniyah.  Kegiatan pengajian kitab kuning ini dilakukan 4 kali dalam sepekan dan sampai saat ini telah mengkhatamkan beberapa kitab dalam berbagai bidang dengan di ikuti oleh para siswa dan siswi Pondok Pesantren An Nuqayah secara umum. Kedua: Program Insidental berupa keterampilan menjahit, kursus Komputer Sablon, dan lain-lain.
Program Romadlon Intensif ini, dilaksanakan mulai tahun 1422 H / 2001 M hingga 1425 H / 2004 M. Jadi sampai saat ini telah terlaksana sebanyak 12 kali dengan jumlah siswi / pesertanya telah lebih dari 300-an.
Pada periode 1422 H / 2001 M - 1423 H / 2002 M pesertanya sebanyak 19 orang ditambah dengan 2 orang pembimbing yang menetap di asrama Yayasan Al Amir, hingga kursus berakhir, yaitu selama 26 hari. Dua pembimbing ini khusus di datangkan dari Pondok Pesantren Nurul Huda, Pekandangan dan alumni Pondok Pesantren Al Amin, Prenduan. Pada perdiode 1423 H / 2002 M -  1424 H / 2003 M sebanyak 30 siswi ditambah dengan 2 orang pembimbing sekaligus menjadi tutor dalam kegiatan ini. Sedangkan pada periode 1424 H / 2003 M - 1425 H / 2004 M sebanyak 17 orang ditambah dua pembimbing yang senantiasa aktif mengawasi aktivitas para siswi sepanjang acara berlangsung. Untuk periode 1425 H / 2004 M – 1426 H / 2005 M sebanyak 28 siswi ditambah dua orang pembimbing yang senantiasa mengarahkan para siswinya dengan penuh semangat, serius tapi tetap santai. Pada periode 1426 H / 2005 M – 1427 H / 2006 M sebanyak 17 peserta ditambah dengan dua orang pembimbing yang memang ahli dibidang pembelajaran bahasa arab sedangkan pada periode 1427 H / 2006 M – 1428 H / 2007 M sebanyak 18 peserta ditambah dengan dua orang pembimbing yang kreatif dan penuh dedikasi tinggi. Pada periode 1429 H / 2008 M – 1430 H / 2009 M kosong/tidak ada kegiatan. Pada periode 1430 H / 2009 M / 1431 H – 2010 M sebanyak 28 peserta ditambah dengan dua orang pembimbing yang kompeten dibidang pengembangan bahasa arab dan mempunyai semangat tinggi untuk mengajar dan mendidik para siswi. Sedangkan tahun 1432 H / 2011 M kosong dari kegiatan/ alias tidak menyelenggarakan kegiatan PRI. Pada tahun 1433 H/ 2012 M di ikuti oleh 19 peserta. Pada tahun 1434 H / 2013 M di ikuti oleh 15 peserta saja. Dan pada tahun 1435 H / 2014 M, kosong. Untuk tahun 1436 H /2015 M, rencananya akan menerima peserta maksimal 30 putri dan 20 putra, mengingat tempat penampungannya kurang memadai, jika lebih dari jumlah itu.
 Para siswi, peserta Program Romadlon Intensif (PRI) ini datang dari berbagai daerah dilingkungan Pondok Pesantren atau Madrasah, seperti dari Ambunten, Bluto, Pasongsongan, Kalabaan, Guluk-Guluk dan dari Pesantren atau Madrasah di Kabupaten Pamekasan dan Sampang, bahkan di luar pulau Madura. Mereka datang di awal bulan Romadlon dan menetap di asrama al Amir selama kegiatan berlangsung 26 hari dengan diatur oleh tata tertib dan Jadwal Pelajaran / kegiatan  yang cukup padat. Dan intensif. Maklum, hanya 26 hari. Jadi harus intensif.
Semua peserta yang telah terdaftar dalam program ini mendapatkan fasilitas dari Yayasan berupa konsumsi; buka – sahur ditambah sneck dan kitab-kitab penunjang materi pembelajaran, serta 3 ruang asrama tempat penginapan yang cukup memadai dan nyaman dilengkapi dengan 2 kamar mandi dan 2 toilet yang bersih dan resik. Di samping itu, disediakan beberapa pelayan pria yang siap diperintah oleh peserta untuk membeli kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, odol dan lain-lain. Juga beberapa pelayan perempuan yang ahli memasak. Hal ini disediakan oleh pengurus Yayasan, sesuai dengan mottonya : “ Al Amir Pelayan Bahasa Arab
( العَـامِرْ خَادِمُ اللُّغَةِ اْلعَرَبِيَّةْ )

JADWAL KEGIATAN PROGRAM ROMADLON INTENSIF AL AMIR
PEREIODE  1422 H  / 2001 M -  1423 H / 2002 M
                Dalam sub Judul ini akan dituturkan nama kegiatan Program Romadlon Intensif Al Amir dari Periode : 1422 H / 2001 M, 1423 H / 2002 M, hingga Periode 1430 H / 2009 – 1431 H / 2010 M sekaligus alokasi waktu pembelajarannya, sebagai berikut :

NO
NAMA KEGIATAN
JML. JAM
JML HARI
1
Chek peserta dan pembacaan tata tertib
1,5
1
2
Tes kemampuan berbahasa Arab
2
1
3
Shalat Tarawih berjama’ah
1
25
4

إلقـاء المفردات العـربية وتركيبها فى الجملة الصحيحة

2
25
5

Tadarus Al Qur’anul Kariem

1
25

6

Pengajian kitab kuning (pengantar bahasa Indonesia)


1

24


7

Pendalaman pemahaman kitab Ulumut Tafsier, Kurikulum MAK kelas II (pengantar bahasa Arab)



1


22
8

Pengenalan nama-nama bulan Hijriyah dan Masehi


1,5

1
9

تدريب الإ نشاء مع إصـلاح الأ خـطاء

-
5

10

المحادثة العربية  (Sarana Pendidikan dan praktek)


1,5

7

11

المحادثة العربية  (Perabot rumah tangga dan praktek)


1,5

7

12

المحادثة العربية  (Percakapan sehari-hari dan praktek)


1,5

6
13

المـطالـعـة العــربية للمتـوسـطة

1,5
7
14

Pengenalan istilah jurnalistik/administrasi, politik, ekonomi, olahraga dan kedokteran


1,5

5


15

Teknik dan praktek menerjemah teks bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia serta fathul Mu’jam ( Al Munjid)



1,5


4
16

حفـظ العـبارات العـربية اليـومية

2
6
17

قـراءة الأ شعار والأ ناشيدالعربية ولعب الأ لغـاز  (kuis)

1,5
5
18

تدريب الخطـابة والمحـادثة العـربية

1,5
5
19

دروس اللغـة العـربية  (oleh KH. Imam Zarkasy, jilid II atau II)


1,5

9
20

Seminar sehari: Teknik Mengajar Praktis Bahasa Arab Kurikulum DEPAG RI


2,5

1
21

مسابقـة الخـطابة  العربـية وغــيرها

2
1
22

ليلة الوداع والإنفضاض



23

Study tour atau Rekreasi

-
1

Demikian kilas balik Program Ramadhan Intensif (PRI) Al Amir dari tahun ke tahun. Semoga bermanfaat.





Pengurus Yayasan Al Amir










































Kamis, 05 Februari 2015


Sekilas Tentang Pon. Pes. Annuqayah 

Daerah Al AmirP

Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir


      Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir adalah bagian dari Yayasan Annuqayah, Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur. 
     Nama "Al Amir" diambil dari nama seorang ulama, mantan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah era 1959-1990-an bernama : KH. Moh. Amir bin KH. Moh. Ilyas bin KH. Muhammad Assyarqowi bin Shodiq Romo Al Qudusi. KH. Muhammad Assyarqowi adalah pendiri Pondok Pesantren Annuqayah pada tahun 1887 setelah beliau menimba ilmu pengetahuan agama di Makkah dan mendatangi para ulama faqih dan Muhaddits di Malaysia, Tailand dan lain-lain kl. 14 tahun lamanya, Kemmudian tahun 1959, sepeninggal ayahnya: KH. Moh. Ilyas, kepengasuhan Pesantren ini  diserahkan kepada KH. Moh. Amir bin Ilyas, cucu KH. Muhammad Assyarqowi
     KH. Moh. Amir Ilyas (1925-1996) memilih tinggal di sebuah pekarangan di luar area Pesantren, tepatnya 500 meter arah utara Pesantren yang saat ini dikenal dengan kampung Dadduwi / Kalabaan Timur. Dari rumah sederhana yang beliau bangun pada tahun 1960-an ini, beliau menakodai Pesantren Annuqayah dengan kl. 5000 santri/santriwati, baik kalong maupun yang menetap di asrama-asrama / pondok yang berjejer rapi di Daerah lubangsa, Late dll.
       Setelah tiga tahun wafatnya KH. Moh. Amir Ilyas, Putera termuda (ke 4) bernama Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel Fakultas Adab, jurusan Bahasa Arab dan Sasteranya berinisiap untuk meriealisasi keinginan ayahnya, yaitu berupa wasiat untuk mendirikan lembaga pendidikan di tanah pekarangan rumah almarhum. Maka pada tanggal 12 Agustus 1998 resmi berdiri Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir yang di deklarasikan oleh kyai-kyai Annuqayah, di antaranya KH. Ahmad Basyir AS, almarhum Drs. KH. A. Warits Ilyas, KH. Abd. Muqsith Idris. Dan dalam pertemuan deklarasi itu yang agendanya diawali dengan pembacaan Tahlil kepada arwah almarhum KH. Moh. Amir Ilyas dihadiri pula almarhumain KH. Tijani Jauhari, MA, KH. Moh. Idris Jauhari dari Pesantren Al Amin, Prenduan Pragaan. Di undang pula dalam acara ini almarhum KH. Habibullah Rais, pengasuh Pesantren Al Is'af, Kalabaan Sumenep. Maka sejak tanggal tersebut, Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir dinyatakan resmi berdiri sebagai bagian dari Annuqayah secara umum.
        Di antara kegiatan yang berlangsung di Al Amir  sejak awal berdirinya hingga saat ini adalah pembelajaran kitab turots (kitab kuning), dalam bentuk pengajian dan Diklat serta kursus Bahasa Arab.  Pada tahun 2001 Al Amir yang kemudian menjadi nama Yayasan Al Amir (berdiri pada tahun 1999) menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan bernama: Program Ramadhan Intensif (PRI) yang kegiatannya adalah menampung beberapa siswa dan siswi dari berbagai Pondok Pesantren di Sumenep maupun luar Sumenep, bahkan luar Madura untuk belajar kitab kuning berupa diklat dan pengajian serta kursus Bahasa Arab. Kegiatan ini masih berlangsung hingga saat ini. Dan untuk tahun 2015-2016, Pengurus Yayasan Al Amir membuka pendaftaran siswa-siswi mengikuti kegiatan PRI yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagaimana biasanya selama 25 hari. Para pesrtanya ditampung untuk memudahkan bimbingan kepada mereka. 
      Semua kegiatan di Al Amir, adalah realisasi dari misinya, yaitu: "mencetak generasi berpengetahuan agama Islam yang luas dan dapat menyebarkannya kepada masyarakat dengan istiqomah". Sementara visinya, yaitu : "Mencintai bahasa arab sebagai bahasa agama Islam dan Muslimin". Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah "Berguna untuk bangasa dan negara di bawah Ridlo Allah SWT".
         Demikian sekilas tentang Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir, Guluk-Guluk Sumenep Madura dengan harapan para pembaca dan masyarakat umum dapat mengenalnya dan menjaganya keberlangsungan lembaga ini dengan baik dan berksinambungan. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah-Nya sepanjang masa. Amin !

Sumenep, 05 Pebruari 2015 
Penulis,
Drs. H. Muhammad Muhsin Amir



Catatan Penting :

Silakan klik formulir Link berwarna merah di bawah ini dan telusuri judul artikel "Pengumuman", kemudian isi Formulir yang tersedia dengan lengkap lalu klik "Kirim". Ketika anda memperoleh balasan SMS dari admin, berarti anda te;ah resmi menjadi calon peserta PRI 2015-2016. Langkah selanjutnya anda segera membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum kegiatan di mulai, yaitu pada tanggal ) 02 Ramadhan 1436 H. Pembayaran pendaftaran dapat diangsur dua kali. Angsuran Pertama: Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah). Kalau belum recomended, silakan copy Formulir yang telah di isi lengkap dan kirim via email : muhsinamir14@gmail.com  

Klik Link ini :
https://alamirfoundations.wordpress.com




Program Ramadhan Intensif (PRI) Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir membuka pendaftaran peserta berjenis laki-laki dan perempuan yang berpendidikan minimal kelas III MTs. Untuk lebih lengkapnya informasi, silakan baca Brosur yang kami sebarkan atau hubungi : 0856 4852 5545 (SMS) saja.